Mengapa Suatu Pusaka atau Jimat Kekebalan akan Hilang Kesaktiannya Bila Dibawa Berpindah Pulau?

mustika kebal hilang kesaktiannya

Sesuai tempat kediamannya, bangsa jin digolongkan sebagai jin daratan, jin air dan jin udara. Jin daratan bisa adalah bangsa jin dataran rendah, pesisir pantai, bukit, gunung dan hutan.

 Jin air bisa adalah bangsa jin penghuni sungai, danau, situ, pantai dan laut. Jin udara hidup dan berkedudukan di udara, + 1 km di atas laut atau daratan. Masing-masing golongan jin tersebut tidak bersosialisasi dengan golongan jin dari tempat kediaman yang lain.

Bila ada jin daratan yang akan menyeberang ke pulau lain, selagi masih di daratan ia harus menghindari lokasi yang penguasa gaib daratannya lebih kuat daripada dirinya. 

Dan sesampainya di laut, ia juga harus mencari ‘jalan’ yang keberadaan jin airnya lebih rendah kekuatannya daripada dirinya, Sehingga memaksanya melaui jalan yang berliku.

Begitu juga jin air yang ingin ke daratan atau melewati suatu pulau. Selain harus menghindari lokasi yang penguasa airnya lebih kuat daripada dirinya, sesampainya di daratan, ia masih harus mencari ‘jalan’ yang keberadaan jin daratan lebih rendah kekuatannya daripada dirinya.

Itulah sebabnya manusia yang mempunyai jimat untuk kesaktian kanuragan maupun kesaktian gaib, terutama yang khodamnya sifatnya menonjolkan kekuatan dan kegagahan, bila berpindah pulau, atau menyeberangi jembatan sungai, atau bila berada di atas laut. Kadangkala kemudian jimatnya tersebut tidak berfungsi.

Sebabnya adalah karena khodamnya tidak dapat terus berada di dalam jimat tersebut yang posisinya sedang berada di atas air yang mungkin di tempatnya berada ada penguasa air yang lebih sakti daripada dirinya. 

Sehingga terpaksa harus mencari ‘jalan’ lain yang lebih aman baginya, atau mungkin juga sama sekali tidak dapat menyeberang, sehingga jimatnya tersebut menjadi tidak berfungsi.

Tetapi jimat yang berfungsi selain untuk kesaktian, yang khodamnya tidak menonjolkan kekuatan dan kegagahan, misalnya untuk keselamatan, pengasihan, dsb.

Biasanya bisa menyeberang, karena khodamnya lebih bisa mengkondisikan diri untuk tidak menonjolkan kekuatan dan kegagahan. 

Lebih bisa merendahkan diri untuk berkata: ‘permisi numpang lewat’. Selain sosok-sosok bangsa jin yang biasa berada di lingkungan manusia, atau yang sudah dikenal atau biasa ditemui manusia.

Beberapa contoh sosok bangsa jin yang akan kami sebutkan adalah sosok-sosok yang bersifat khusus, yang berdimensi tinggi, yang mungkin belum banyak diketahui oleh manusia dan bisa menjadi bahan latihan melihat gaib untuk kita yang sudah bisa melihat gaib